1Jelaskan dengan contoh perubahan suhu air rendah menjadi tinggi !2.Mengapa air yang direbus terus -menerus lama kelamaan akan habis? . Question from @Liya197784 - Sekolah Menengah Pertama - Biologi Ketikadua benda yang mempunyai perbedaan suhu lantas bertemu maka kalor bakal mengalir (berpindah) dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Contohnya saat kita mencampurkan air dingin dengan air panas, maka anda mendapatkan air hangat. Kalorjuga dapat berpindah dari suhu rendah ke suhu yang tinggi apabila dibantu dengan alat yaitu mesin pendingin. Bab suhu kalor dan perpindahan kalor yang terdiri dari beberapa bahasan yaitu konversi satuan suhu menentukan suhu saat termometer diganti pemuaian asas black kalor dan perpindahan kalor. A Pendinginan. 1. Tujuan. Penyimpanan bahan pangan pada suhu dingin sangat diperlukan walaupun dalam waktu yang singkat karena bertujuan untuk: a. mengurangi kontaminasi. b. mengendalikan kerusakan oleh mikroba. c. mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme, kerusakan bahan pangan selama penyimpanan dapat diperkecil dalam bentuk belum dipotong 1 Suhu dinaikkan Contoh terjadinya perubahan wujud zat ketika suhu benda dinaikkan adalah ketika merebus air. Ketika merebus air hingga mendidih maka akan terjadi kenaikan suhu dari suhu rendah ke suhu tinggi. Hal ini menyebabkan perubahan dari zat cair menjadi gas yang disebut juga dengan menguap. 2. Suhu diturunkan apakah perbedaan single trip ticket dan multi trip ticket. Panas merupakan suatu bentuk energi. Panas dari sinar matahari, misalnya, dapat meningkatkan suhu tubuh kita dan membuat kita berkeringat. Untuk mengukur perubahan suhu, kita dapat menggunakan termometer. Termometer sendiri terdiri dari beberapa jenis. Termometer klinis, misalnya, digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia, sementara termometer laboratorium digunakan untuk mengukur suhu benda selain tubuh manusia. Tapi, pengertian suhu itu apa sih? Dan apa yang dimaksud dengan perubahan suhu? Suhu merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan derajat. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer. Suhu dapat mengakibatkan benda memuai, baik itu pemuaian panjang, pemuaian luas, hingga pemuaian volume. Secara garis besar, kita dapat mengelompokkan benda berdasarkan suhunya menjadi benda panas dan benda dingin. Keduanya tentu sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Benda panas misalnya air mendidih atau panci aluminium di kompor yang menyala. Sementara itu, benda dingin yang sering kita temukan adalah es krim dan es batu. Apa sih yang menyebabkan benda memiliki suhu panas atau dingin? Ternyata suhu benda dipengaruhi oleh kalor. Kalor adalah bentuk energi yang disalurkan antara dua atau lebih sistem atau sistem dengan lingkungannya berdasarkan perbedaan suhu di antara keduanya. Pengaruh kalor dapat menyebabkan perubahan suhu, perubahan ukuran, perubahan wujud benda, dan perubahan kimia. Perpindahan Kalor Perpindahan kalor terdiri dari konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi merupakan proses perpindahan kalor di mana kalor ditransfer dari ujung yang lebih panas ke ujung yang lebih dingin dari suatu benda tanpa gerakan dari molekulnya. Perpindahan kalor dalam benda padat terjadi melalui konduksi. Baca juga Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Suhu dan Kalor Salah satu contohnya adalah ketika kita meletakkan sendok aluminium pada air mendidih. Walaupun bagian penyendok dari sendok yang tercelup air, kita dapat merasakan panasnya di gagangnya. Bahan-bahan yang mampu menghantarkan panas seperti besi dan aluminium disebut dengan konduktor. Sementara itu, konduktor yang buruk tidak mampu menghantarkan energi panas dengan baik, contohnya kaca dan plastik. Bahan-bahan tersebut dinamakan sebagai isolator. Konveksi merupakan perpindahan kalor dalam fluida dari suhu yang lebih tinggi ke suhu yang lebih rendah karena pergerakan fluida. Konveksi dapat terjadi pada cairan dan gas. Perpindahan secara konveksi disertai perpindahan partikel, sehingga tidak mungkin terjadi pada zat padat. Konveksi dapat terjadi karena adanya perbedaan massa jenis akibat pemanasan. Massa jenis benda yang dingin lebih besar dibandingkan massa jenis benda yang panas. Contoh perpindahan kalor dengan konveksi adalah ketika kita sedang merebus air. Air yang berada di bagian bawah akan memanas lebih dulu, kemudian berpindah ke bagian atas. Air di bagian atas yang lebih dingin memiliki massa benda yang lebih besar dengan air yang panas, sehingga ia turun ke bawah karena gravitasi. Terakhir, perpindahan kalor dapat terjadi dengan radiasi. Radiasi terjadi ketika perpindahan kalor tidak memerlukan medium apa pun, contohnya sinar matahari yang mencapai bumi. Antara matahari dan bumi hanya terdapat ruang hampa, tapi kita tetap dapat merasakan energi panas matahari. Alat Pengukur Suhu Ada banyak alat yang digunakan untuk mengukur perubahan suhu, salah satunya adalah termometer. Suhu ditentukan dengan membaca tingkat cairan dalam termometer dengan bantuan skala derajat yang terdapat pada termometer. Tapi, sekarang sudah banyak termometer digital yang langsung menunjukkan angka derajat dari suhu yang diukur. Termometer tradisional menggunakan prinsip pemuaian zat akibat energi kalor. Terdapat tiga jenis termometer untuk mengukur suhu, yaitu termometer klinis, termometer laboratorium, dan termometer maksimum-minimum. Termometer klinis biasa digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia dan memiliki kisaran terbatas. Pada suhu tinggi, kaca dan merkuri dalam termometer akan memuai ke tingkat yang mengarah pada pecahnya termometer. Termometer klinis tidak dapat digunakan untuk mengukur panas yang ekstrem, seperti daerah api, karena kacanya dapat meleleh. Termometer laboratorium digunakan untuk mengukur suhu benda selain tubuh manusia. Kisaran suhunya dari -10oC hingga 110oC. Jenis termometer yang terakhir adalah termometer maksimum-minimum yang digunakan untuk mengukur suhu maksimum dan minimum di hari itu. Biasanya digunakan untuk mengukur cuaca. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Contoh Perubahan Benda Karena Pengaruh Suhu dalam Kehidupan Sehari-hari, Foto Pixabay Energi panas bisa membuat benda berubah dengan cara menyusut maupun memuai. Pengaruh panas alias kalor terhadap perubahan benda ini berkaitan erat dengan suhu. Kita pun bisa melihat contoh perubahan benda karena pengaruh suhu dalam kehidupan sehari-hari. Suhu dan PanasSuhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dari suatu benda. Sedangkan panas atau kalor adalah energi yang dapat diterima dan dilepaskan oleh suatu benda. Energi yang diterima dan dilepaskan suatu benda memengaruhi perubahan suhu dari benda dari benda yang menerima panas atau kalor akan mengalami peningkatan alias menjadi lebih panas. Sedangkan suhu dari benda yang melepaskan panas atau kalor akan mengalami penurunan suhu alias menjadi lebih benda yang mengalami perubahan suhu akan mengalami perubahan berupa penyusutan dan dan PemuaianDefinisi penyusutan adalah perubahan suatu benda yang mengalami penurunan suhu, sehingga panjang, lebar, luas, dan volumenya definisi pemuaian adalah perubahan suatu benda yang mengalami peningkatan suhu, sehingga panjang, lebar, luas, dan volumenya dan pemuaian dapat terjadi pada seluruh zat, termasuk zat padat, zat cair, dan zat gas, seperti logam, air raksa, dan Perubahan Benda Karena Pengaruh Suhu dalam Kehidupan Sehari-hariContoh Perubahan Benda Karena Pengaruh Suhu dalam Kehidupan Sehari-hari, Foto Pixabay Dikutip dari buku ARIF Kelas 6, Grasindo, 201038, berikut 6 contoh perubahan benda karena pengaruh suhu dalam kehidupan sehari-hariPemasangan kaca di bingkai jendela sengaja dibuat lebih longgar. Pada siang hari, kaca bisa mengalami pemuaian, karena terpapar panas Matahari. Jadi, saat kaca memuai, kelonggaran di bingkai itu menjadi ruang. Sedangkan pada malam hari, kaca akan mengalami penyusutan, karena suhu udara akan menurun alias menjadi sebuah celah di sambungan rel kereta api. Rel kereta api yang dibuat dari besi akan memuai saat mengalami kenaikan suhu di siang hari atau saat dilalui oleh kereta api. Jadi, dengan adanya celah di sambungan rel kereta api, akan ada ruang untuk pemuaian di sambungan pada siang hari, sambungan rel kereta itu tampak sangat rapat akibat memuai, maka pada malam hari ketika suhu udara menurun, sambungan rel kereta api akan menyusut, sehingga celahnya akan termometer air raksa dipakai untuk mengukur suhu tubuh yang sedang demam suhu tinggi, maka air raksa di termometer itu akan memuai. Setelah termometer tidak digunakan lagi, maka air raksa akan mengalami kita memompa ban sepeda, udara yang diisi ke dalamnya pasti tidak terlalu penuh, karena udara di dalam ban juga bisa memuai karena panas. Kalau ban itu diisi terlalu penuh, maka udara yang memuai itu bisa membuat ban botol logam juga dapat mengalami penyusutan dan botol sulit dibuka, maka botol itu akan lebih mudah dibuka setelah dicelupkan ke air panas terlebih dahulu. Ini karena diameter tutup botol akan memuai akibat suhu panas saat membuka botol tersebut, mamu perlu menggunakan kain untuk melindungi tangan dari suhu tutup botol yang jadi siang hari, kabel listrik mengendur, sedangkan di malam hari kabel listrik terlihat lurus. Kabel listrik dipasang demikian agar pada malam hari suhu dingin, kabel tidak terlalu tegang atau putus saat mengalami 6 contoh perubahan benda karena pengaruh suhu dalam kehidupan sehari-hari.BRP Sendok yang digunakan untuk menyeduh kopi panas, akan terasa hangat. Leher Anda jika disentuh akan terasa hangat. Apa sebenarnya yang berpindah dari kopi panas ke sendok dan dari leher ke syaraf kulit? Sesuatu yang berpindah tersebut merupakan energi/kalor. Pada dasarnya kalor adalah perpindahan energi kinetik dari satu benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Pada waktu zat mengalami pemanasan, partikel-partikel benda akan bergetar dan menumbuk partikel tetangga yang bersuhu rendah. Hal ini berlangsung terus menerus membentuk energi kinetik rata-rata sama antara benda panas dengan benda yang semula dingin. Pada kondisi seperti ini terjadi keseimbangan termal dan suhu kedua benda akan sama. Dari penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan pengertian atau definisi kalor adalah sebagai berikut. Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah jika kedua benda tersebut saling disentuhkan. Karena kalor merupakan suatu bentuk energi, maka satuan kalor dalam SI adalah Joule dan dalam CGS adalah erg. 1 Joule = 107 erg Dahulu sebelum orang mengetahui bahwa kalor merupakan suatu bentuk energi, maka orang sudah mempunyai satuan untuk kalor adalah kalori. 1 kalori = 4,18 joule atau 1 Joule = 0,24 kal Pengaruh Kalor Terhadap Suhu Dari gambar di atas, terlihat bahwa jika satu gelas air panas dicampur dengan satu gelas air dingin, setelah terjadi keseimbangan termal menjadi air hangat. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat air panas dicampur dengan air dingin maka air panas melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan air dingin menyerap kalor sehingga suhunya naik. Dengan demikian jika terdapat suatu benda yang menerima kalor suhunya akan naik. Faktor apakah yang mempengaruhi banyaknya kalor yang diserap oleh suatu zat? Untuk lebih jelasnya lakukan kegiatan di bawah ini! Percobaan Pengaruh Kalor terhadap Suhu Benda Kegiatan 1 Masukkan air secukupnya ke dalam alat pemanas gambar a. Ukurlah suhu air mula-mula dan hasilnya masukkan dalam tabel. Hubungkan alat pemanas dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhu air tiap 3 menit selama 9 menit 0 menit, 3 menit, 6 menit dan 9 menit. Masukkan hasilnya dalam tabel. Bagaimana hubungan antara banyaknya kalor yang diserap air dan lamanya waktu penyerapan kalor tersebut? Kegiatan 2 Masukkan air ke dalam alat pemanas I dan alat pemanas II dengan volum yang tidak sama gambar b. Ukurlah suhu air mula-mula yang berada dalam alat pemanas I dan alat pemanas II. Hubungkan alat pemanas I dan alat pemanas II dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhunya setelah 10 menit sebelum air mendidih dan hasilnya masukkan dalam tabel. Bagaimanakah hubungan antara massa air dengan banyaknya kalor yang diserap? Catatan Air yang bervolum lebih banyak, mempunyai massa yang lebih besar. Kegiatan 3 Masukkan air secukupnya ke dalam alat pemanas I dan minyak kelapa dengan massa yang sama dengan massa air ke dalam alat pemanas II seperti gambar c di atas. Ukurlah suhu mula-mula dari air dan minyak kelapa tersebut dan hasilnya masukkan dalam tabel. Hubungkan alat pemanas I dan alat pemanas II dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhu air dan suhu minyak kelapa setelah 10 menit sebelum mendidih dan hasilnya masukkan dalam tabel. Bagaimanakah hubungan antara jenis zat yang dipanaskan dengan banyak kalor yang diserap? Kesimpulan Dari ketiga kegiatan di atas buatlah kesimpulan mengenai faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi banyaknya kalor yang diserap oleh suatu benda! Hubungan Kalor dengan Suhu Benda Sewaktu Anda memasak air, Anda membutuhkan kalor untuk menaikkan suhu air hingga mendidihkan air. Nasi yang dingin dapat dihangatkan dengan penghangat nasi. Nasi butuh kalor untuk menaikkan suhunya. Berapa banyak kalor yang diperlukan air dan nasi untuk menaikkan suhu hingga mencapai suhu yang diinginkan? Secara induktif, makin besar kenaikan suhu suatu benda, makin besar pula kalor yang diserapnya. Selain itu, kalor yang diserap benda juga bergantung massa benda dan bahan penyusun benda. Secara matematis dapat di tulis seperti berikut. Keterangan Q = jumlah kalor yang diberikan kalori atau joule m = massa benda g atau kg c = kalor jenis kal/goC atau J/kgoC T = perubahan suhu oC Contoh Soal 1 Berapa besar kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebatang besi yang massanya 10 kg dari 20oC menjadi 100oC, jika kalor jenis besi 450 J/kgoC? Penyelesaian Diketahui m = 10 kg T1 = 20oC T2 = 100oC c = 450 J/kg oC Ditanyakan Q? Jawab Q = mcT Q = mcT2 – T1 Q = 10 × 450 × 100 – 20 Q = 10 × 450 × 80 Q = J = 360 kJ Jadi, kalor yang dibutuhkan sebatang besi tersebut sebesar 360 kJ. Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor Kalor dapat diberikan kepada benda atau diambil darinya. Kalor dapat diberikan pada suatu benda dengan cara pemanasan dan sebagai salah satu dampak adalah kenaikan suhunya. Kalor dapat diambil dari suatu benda dengan cara pendinginan dan sebagai salah satu dampak adalah penurunan suhu. Jadi, salah satu dampak dari pemberian atau pengurangan kalor adalah perubahan suhu yang diberi lambang Δt. Hasil percobaan di atas menunjukkan bahwa, dari pemanasan air dan minyak kelapa dengan massa air dan minyak kelapa yang sama, dengan selang waktu pemanasan yang sama ternyata banyaknya kalor yang diserap oleh air dan minyak kelapa tidak sama. Untuk membedakan zat-zat dalam hubungannya dengan pengaruh kalor pada zat-zat itu digunakan konsep kalor jenis yang diberi lambang “c”. Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk menaikkan atau menurunkan suhu satu satuan massa zat itu sebesar satu satuan suhu. Jika suatu zat yang massanya m memerlukan atau melepaskan kalor sebesar Q untuk mengubah suhunya sebesar ΔT, maka kalor jenis zat itu dapat dinyatakan dengan persamaan Satuan-satuan kalor jenis antara lain sebagai berikut. ● J/kgoC ● J/kg K ● kkal/kgoC ● kal/goC Data pada tabel berikut ini menyatakan nilai kalor jenis dari beberapa zat yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tabel Kalor Jenis Beberapa Zat dalam J/kg K Nama Zat Kalor Jenis Nama Zat Kalor Jenis Air Kuningan 376 Air laut Raksa 140 Aluminium 903 Seng 388 Besi 450 Spritus 240 Es Tembaga 385 Kaca 670 Timbal 130 Dari persamaan Q = mcΔT, untuk benda-benda tertentu nilai dari mc adalah konstan. Nilai dari mc disebut juga dengan kapasitas kalor yang diberi lambang "C" huruf kapital. Kapasitas kalor didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk mengubah suhu benda sebesar satu satuan suhu. Persamaan kapasitas kalor dapat dinyatakan dengan Satuan dari C adalah J/K. Dari persamaan Q = mcΔT dan Q = CT diperleh persamaan berikut. Keterangan C = kapasitas kalor J/K Q = jumlah kalor yang diberikan kalori atau joule m = massa benda g atau kg c = kalor jenis kal/goC atau J/kgoC T = perubahan suhu oC Contoh Soal 2 Kalor yang dibutuhkan oleh 3 kg zat untuk menaikkan suhunya dari 10oC sampai 80oC adalah 9,45 kJ. Berapakah kalor jenis zat tersebut? Penyelesaian Diketahui m = 3 kg T = 80oC – 10oC = 70oC Q = 9,45 kJ = J Ditanyakan c Jawab Jadi kalor jenis zat tersebut adalah 450 J/kgoC. Contoh Soal 3 Berapakah kapasitas kalor dari 5 kg suatu zat yang mempunyai kalor jenis 2 kal/goC? Penyelesaian Diketahui m = 5 kg = g c = 2 kal/goC Ditanyakan C Jawab C = m × c C = g × 2 kal/goC C = kal/oC Asas Black Bila dua zat yang suhunya tidak sama dicampur maka zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan zat yang bersuhu rendah akan menyerap kalor sehingga suhunya naik sampai terjadi kesetimbangan termal. Karena kalor merupakan suatu energi maka berdasar hukum kekekalan energi diperoleh kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diserap. Konsep tersebut sering disebut dengan azaz Black, yang secara matematis dapat dinyatakan Contoh Soal 4 Air sebanyak 0,5 kg yang bersuhu 100oC dituangkan ke dalam bejana dari aluminium yang memiliki massa 0,5 kg. Jika suhu awal bejana sebesar 25oC, kalor jenis aluminium 900 J/kgoC, dan kalor jenis air J/kgoC, maka tentukan suhu akhir kesetimbangan yang tercapai! anggap tidak ada kalor yang mengalir ke lingkungan. Penyelesaian Diketahui mbjn = 0,5 kg mair = 0,5 kg Tair = 100oC Tbjn = 25oC cair = J/kgoC cbjn = 900 J/kgoC Ditanyakan Ta suhu akhir Jawab Qdilepaskan = Qdiserap mair × cair × Tair = mbjn × cbjn × Tbjn 0,5 × × 100 – Ta = 0,5 × 900 × Ta – 25 – = 450Ta – 450Ta + = + = Ta = Ta = 87,156oC Jadi, suhu akhir campuran atau suhu kesetimbangan termalnya adalah 87,156oC. Suhu tubuh adalah ukuran dari kemampuan tubuh dalam menghasilkan dan menyingkirkan hawa panas. Suhu tubuh bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, misalnya suhu lingkungan. Tinggi atau rendahnya suhu tubuh seseorang juga bisa mencerminkan kondisi kesehatannya. Suhu tubuh normal seseorang bisa berubah-ubah tergantung aktivitas yang dilakukan dan kondisi tubuhnya. Meski begitu, suhu tubuh normal umumnya berada di antara 36,5–37,2oC. Selain karena aktivitas fisik, perubahan suhu tubuh normal juga bisa terjadi karena beberapa hal lain, seperti saat wanita sedang memasuki masa subur ovulasi atau saat menstruasi. Berbahayakah Suhu Tubuh Rendah atau Tinggi? Suhu tubuh yang berada di atas atau di bawah batas normal tentu perlu diperhatikan, karena hal ini bisa saja menjadi tanda seseorang menderita penyakit tertentu. Berikut ini adalah penjelasannya Suhu tubuh terlalu rendah Suhu tubuh yang terlalu rendah disebut hipotermia. Kondisi ini berbahaya karena dapat mengganggu kelancaran aliran darah, pernapasan, dan kinerja organ vital tubuh seperti otak dan jantung. Hipotermia yang tidak segera ditangani bahkan bisa menyebabkan kematian. Seseorang dikatakan mengalami hipotermia jika suhu tubuhnya berada di bawah 35oC. Salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini adalah paparan suhu atau cuaca yang dingin. Pada orang dewasa, hipotermia dapat menimbulkan gejala berupa menggigil, bicara tidak jelas, napas sesak dan pelan, serta pusing. Seiring waktu, penderitanya bisa hilang kesadaran atau koma. Pada bayi, hipotermia bisa menimbulkan gejala lemas, rewel, kulit terasa dingin, pucat, dan kurang mau menyusu. Untuk meningkatkan suhu tubuh saat kedinginan karena hipotermia, kenakan pakaian yang lebih tebal dan hangat serta usahakan tubuh agar selalu kering. Jika memungkinkan, jauhi tempat dingin dan cari sumber panas, misalnya perapian. Jika ada orang di sekitar ada yang mengalami penurunan suhu tubuh ekstrem atau hipotermia, segeralah bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. Suhu tubuh tinggi Kebalikan dari hipotermia, hipertermia adalah kondisi ketika suhu tubuh lebih dari 40oC. Hipertermia terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu, sehingga suhu tubuh terus meningkat. Jika suhu tubuh melebihi angka 41,1oC, kondisi ini disebut hiperpireksia. Hipertermia berbeda dengan demam. Demam adalah peningkatan suhu yang sepenuhnya terkendali oleh sistem pengaturan suhu tubuh, sedangkan hipertermia adalah meningkatnya suhu tubuh di luar kendali sistem tersebut. Demam bisa disebabkan oleh infeksi, seperti infeksi bakteri dan virus. Sementara itu, hipertermia umumnya disebabkan oleh sengatan panas heatstroke, yaitu kondisi ketika seseorang tidak dapat mendinginkan tubuhnya secara efektif saat berada di lingkungan yang panas. Suhu tubuh yang tinggi dan berkelanjutan bisa menyebabkan dehidrasi parah dan kerusakan permanen pada organ tubuh, seperti otak. Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan penanganan medis secepatnya. Orang dewasa dengan suhu tubuh 39,4oC disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Orang tua yang anaknya memiliki suhu tubuh mencapai 38oC juga dianjurkan untuk membawanya ke dokter. Cara Mengukur Suhu Tubuh Suhu tubuh tidak bisa diketahui hanya dengan meraba. Anda perlu menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh secara akurat. Ada beberapa jenis termometer yang dapat digunakan untuk menilai suhu tubuh, antara lain 1. Termometer telinga Sesuai namanya, termometer berbentuk kerucut kecil ini digunakan di telinga. Suhu tubuh umumnya bisa terlihat di layar digital hanya dalam hitungan detik. 2. Termometer raksa Jenis termometer konvensional yang terbuat dari kaca dan air raksa. Termometer ini paling murah dan mudah ditemukan, tetapi tidak aman digunakan karena bisa pecah dan mengeluarkan air raksa yang beracun. 3. Termometer elektronik Termometer elektronik terbuat dari plastik dan ujungnya menyerupai pensil. Selain dapat digunakan di berbagai area tubuh, seperti ketiak, mulut, atau rektum anus, jenis termometer ini juga mudah digunakan dan dibaca. 4. Termometer dahi Termometer dahi menggunakan suhu kulit untuk menentukan suhu tubuh. Termometer ini memiliki bentuk yang tipis dan penggunaannya hanya dengan ditempel di dahi. 5. Termometer arteri temporal Termometer ini hampir serupa dengan termometer dahi yang digunakan di bagian dahi untuk mengukur suhu tubuh. 6. Termometer sekali pakai Jenis termometer ini hanya bisa digunakan sekali di mulut atau rektum. Termometer sekali pakai juga dapat dipakai untuk mengukur suhu bayi secara terus-menerus selama 48 jam. Termometer ini aman, tetapi tidak seakurat termometer elektronik dan telinga. 7. Termometer dot Sesuai namanya, termometer ini berbentuk seperti dot bayi dan digunakan dengan cara diletakkan di mulut bayi. Termometer dot terbilang kurang efektif dan efisien, karena butuh waktu lama hingga hasilnya muncul dan tidak seakurat jenis termometer lain. Penyebab Tidak Akuratnya Termometer Terkadang hasil pengukuran suhu tubuh oleh termometer bisa tidak akurat karena beberapa hal, seperti Termometer tidak digunakan di bagian tubuh yang tepat. Baterai termometer lemah atau mati. Termometer terlalu cepat diangkat dari tubuh. Cara menggunakan termometer salah atau tidak sesuai petunjuk penggunaannya. Mulut terbuka saat pengukuran suhu tubuh secara oral melalui mulut. Penilaian suhu tubuh dilakukan setelah olahraga berat atau mandi air panas. Suhu tubuh merupakan salah satu pemeriksaan fungsi vital, selain tekanan darah dan denyut nadi. Oleh karena itu, sediakan selalu termometer di rumah sebagai langkah awal untuk menilai kondisi tubuh, terutama ketika Anda merasa kurang enak badan atau meriang. Bila suhu tubuh tidak normal, baik terlalu rendah atau tinggi, dan mengalami gejala tertentu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk menentukan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat. Suhu tidak berubah karena kalor digunakan untuk mengubah air menjadi uapPembahasan Pada soal ini dapat diselesaikan dengan konsep suhu dan kalor Jawaban Perhatikan gambar, ketika suhu air 100 C, air mendidih yakni proses pengubahan air menjadi uap. Suhu akan terus 100 karena kalor digunakan untuk mengubah air menjadi uap, ketika seluruh air menguap maka uap air yang akan naik suhunya ketika uap terus dipanaskanMateri lebih lanjut terkait dengan suhu dan kalor dapat dipelajari pada link berikut ini. Pelajari lebih lanjut tentang Pemuaian tentang Laju kalor tentang pemuaian tentang Kalor tentang suhu dan kalor Detail jawaban Kelas 11 Mapel Fisika Bab Bab 5 - Suhu dan Kalor Kode Kata Kunci Kalor, asas black, laju kalor

jelaskan dengan disertai contoh perubahan suhu air rendah menjadi tinggi